Fisafat, Ideologi dan Teori-Teori Dasar dalam Pendidikan
1. Aktivitas 1: Ideology of Education
Ideologi pendidikan dapat dimaknai sebagai seperangkat aturan yang diyakini dan menjadi landasan bagi pendidikan untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini ada beberapa ideologi pendidikan yaitu radikal, konservatif, liberal Humanis progresif sosialis dan demokrasi. Ideologi radikal berasal dari kata radix yang artinya. akar sumber atau asal muasal. Dalam ideologi radikal ini memiliki tujuan untuk melakukan perubahan struktur secara fundamental yang ada di bidang politik ekonomi. Pendidikan berdiri diatas basis struktur politik ekonomi tersebut ideologi ini bersifat kritis terhadap segala hal. Ideologi ini bercita-cita ingin membawa pada transformasi sosial. Dalam pandangan ideologi ini proses pembelajaran harus membebaskan para siswa. Bahkan peran guru jika dimungkinkan dapat ditiadakan. Sistem sekolah juga dapat ditiadakan apabila itu membelenggu para siswa.(Admin, 2019)
Ideologi yang kedua yaitu konservatif. Ideologi ini mempercayai bahwa kondisi ideal yaitu dimana kita mempercayai nilai tertinggi dengan menaati hukum alam dan atau ketuhanan. Di dalam metode pembelajarannya ideologi ini ditekankan dengan tata cara pengajaran kelas tradisional. Para siswa disuruh untuk hafalan dan guru mengajar dengan cara ceramah. Dalam ideologi ini memandang siswa tidak memiliki cukup kemampuan untuk mengembangkan intelektualitasnya didik untuk itu peran guru sangat besar dalam proses pengembangan intelektualitas siswa(Azizah, 2017).
Ideologi selanjutnya ialah ideologi liberal. Dalam pandangan ideologi liberal ini pendidikan dimaknai untuk melatih siswa agar mampu berpikir kritis dan objektif. Dalam ideologi ini mengikuti bentuk proses ilmiah dan melatih para siswa untuk berpengetahuan ilmiah. Dalam ideologi liberal ini perwujudan diri tertinggi seorang manusia ialah ah tergantung dari manusianya itu sendiri. Faktor manusia adalah sumber dari segala jenis pengetahuan. Dalam ideologi ini proses pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kemampuan personal dari setiap siswa. Dalam ideologi ini wewenang tertinggi intelektual terletak pada pengetahuan yang dibuktikan dari proses eksperimental.(Bastian & Idrus, 2014)
ideologi selanjutnya yaitu ideologi Humanis. Ideologi ini dipelopori tokoh psikologi humanistik yakni Abraham Maslow. Maslow percaya bahwa manusia selalu bergerak untuk memahami dan menerima dirinya sedapat mungkin. Teori yang paling terkenal dari Abraham Maslow adalah hierarki kebutuhan. Abraham Maslow memandang manusia memiliki kebutuhan dasar yang berjenjang dari yang paling rendah (bersifat fisiologis) hingga yang tertinggi (aktualisasi diri). dalam ideologi humanisme ini menekankan pada Bagaimana memahami kebutuhan aktivitas pendidikan. Pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa. T metode dalam ideologi humanistik ini ialah dengan memberi penghargaan atas prestasi yang dicapai oleh siswa sekecil apa pun prestasinya. Penghargaan ini dapat berupa apa melalui ungkapan verbal maupun nonverbal. (Nursikin, 2016)
ideologi progresif. Ideologi progresif ini memandang manusia harus selalu bertindak konstruktif dan maju. Dalam ideologi progresif ini siswa diberi kebebasan untuk berpikir dan mengembangkan bakat kemampuan yang terpendam dalam diri siswa tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain ideologi progresif ini tidak menyetujui proses pembelajaran yang otoriter. Untuk itu maka kurikulum yang dikembangkan oleh lembaga pendidikan harus bersifat fleksibel dan dinamis dan membuka ruang untuk perubahan-perubahan.(Fadlillah, 2017)
Ideologi sosialis. Dalam pandangan ideologi ini wujud kebebasan individu dengan menghapuskan dominasi guru. Dalam ideologi ini tujuan yang hendak dicapai ialah membentuk sistem pendidikan yang Humanis berkeadilan serta sistem pembelajaran yang lebih membuka ruang kepada guru dan peserta didik untuk dapat berinteraksi secara egaliter.(RAHMAT DAHRI, 2015)
ideologi demokrasi. Dalam pandangan ideologi ini pendidikan diarahkan untuk membangun lingkungan yang kritis dengan menghidupkan proses dialog antara guru dan siswa. Dalam ideologi ini sangat mendorong keikutsertaan semua pihak dalam membangun pendidikan. Ideologi demokrasi berkomitmen untuk agar individu merasa diterima dan termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Dalam pendidikan ideologi demokrasi si peran guru ialah membangun kemampuan kerja sama para siswa dan nilai-nilai yang disepakati bersama agar terbangun komunitas pembelajaran yang Autentik. (Fachruddin, 2018)
berdasar pada penjelasan dari beberapa ideologi pendidikan yang ada saya lebih memilih ideologi demokratis dan progresif.. Menurut saya kedua ideologi tersebut sesuai dengan keadaan perkembangan era saat ini. Kedua ideologi tersebut mencerminkan pola pendidikan yang maju yang mendorong manusia untuk bekerja sama mencapai tujuan yang dirumuskan bersama.
2. Aktivitas 2: Nature of Education
Obligation. Dalam pandangan ini pendidikan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu. Pendidikan adalah kewajiban yang mengikat terhadap semua individu. Proses pembelajaran yang dilakukan didasarkan pada hukum wajib bagi setiap siswa .
melestarikan. Pendidikan dipandang sebagai alat untuk menjaga sistem sosial. Dalam pandangan ini pendidikan dilakukan untuk melakukan Proses reproduksi sosial. Tatanan sosial yang sudah ada terus di melestarikan agar nilai-nilai bagus yang tertanam dalam sosial dapat terus dilakukan.(Syamsidar, 2015)
mengeksploitasi. Dalam pandangan ini pendidikan diarahkan untuk proses ekstraksi pengetahuan atau kemampuan yang ada dimiliki oleh setiap siswa agar dapat ditunjukkan ke publik. Pada dasarnya setiap Siswa memiliki kemampuan masing-masing yang unik. Kemampuan ini harus diarahkan agar dapat membangun sosok pribadi yang maksimal.
mengubah. Dalam pandangan ini pendidikan adalah proses manusia mempelajari lingkungan agar mencapai sosok manusia seutuhnya. Bagi pandangan ini pendidikan kan dilihat sebagai proses dari tidak tahu atau belum tahu menjadi tahu. Pendidikan adalah sebuah proses pembentukan kebudayaan baru. Untuk itu maka proses perubahan dimulai dari Proses mengubah manusianya itu sendiri.(Martiana, 2015)
Membebaskan. Pendidikan adalah proses pembebasan manusia dari kekangan hal-hal yang membelenggu dirinya pendidikan memberikan penyadaran kepada manusia bahwa dirinya Iyalah individu yang unik memiliki potensi agar dapat tumbuh kembang merdeka. (Azzet, 2015)
Kebutuhan. Dalam pandangan ini kebutuhan menjadi kebutuhan bagi setiap manusia. Manusia membutuhkan proses pembelajaran yang memungkinkan dirinya untuk eksis secara utuh dan seimbang. Dalam pendidikan ini proses belajar dimulai dari orang terdekat. kemudian Proses seperti ini menjadi basis pendidikan. (Admin, 2012)
demokrasi. pendidikan yang demokratis ialah pendidikan yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuannya titik-titik demokrasi dalam definisi ini mencakup aspek horizontal maupun vertikal. horizontal dimaknai setiap Siswa memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengenyam pendidikan di sekolah titik sedangkan vertikal dimaknai relasi yang demokratis antara siswa dan guru. (Admin, t.t.)
berdasar pada nature of Education yang ada di atas saya lebih condong untuk memilih Membebaskan Dan demokrasi. Kedua hal tersebut memberi Perspektif baru dan berbeda terhadap relasi guru dan siswa. Selain itu dengan Kedua hal Tersebut Siswa dapat berkembang secara maksimal dan menjadi dirinya sendiri yang autentik.
3. Aktivitas 3: The Science of Subject Matter (Mata Pelajaran)
Kerangka ilmu. dalam kerangka ilmu ini terdiri dari fakta, konsep, generalisasi dan teori yang menjadi ciri khas dari keilmuan tersebut. atribut-atribut ini disesuaikan dengan lingkungan yang dimiliki oleh ilmu tersebut. kerangka ilmu ini terdiri dari unsur-unsur yang saling berhubungan dimulai hal yang paling konkret yaitu fakta Hingga hal abstrak yaitu teori.(Burhanuddin, 2013)
ilmu tentang kebenaran. dalam pandangan ini Kebenaran dalam konteks studi ilmiah dapat dipandang secara beragam. pertama kebenaran yang berkaitan dengan kualitas pengetahuan, kebenaran ini bersifat subjektif dan relatif maupun kebenaran yang bersifat dogmatis atau absolut. Kedua kebenaran yang dikaitkan dengan sifat atau karakteristik dari berbagai cara pengindraan atau rasio intuisi maupun keyakinan. Ketiga kebenaran yang dikaitkan atas ketergantungan yaitu itu tergantung pada subjek dan objek yang memiliki pengetahuan itu.
Struktur dari kebenaran. Kebenaran memiliki 4 macam yaitu :
a. Kebenaran deduktif segala sesuatu dianggap benar jika ada yang mengawalinya.
b. Kebenaran probabilistik yaitu kebenaran yang belum pernah diuji kebenarannya.
c. kebenaran teleologis yaitu kebenaran yang berkaitan dengan agama
d. Kebenaran genetik
kebenaran memiliki sifat antara lain memiliki struktur yang rasional logis. Isinya bersifat empiris. Dan dapat diterapkan (pragmatis).
Proses of thinking proses berpikir. Proses berpikir merupakan urutan proses mental yang dilakukan secara alamiah dan terencana sistematis pada konteks dan ruang waktu. Berpikir adalah proses mencampur mencocokkan menggabungkan menukar dan mengurutkan konsep-konsep persepsi serta pengalaman sebelumnya. Ada 3 tipe proses berpikir yaitu pertama asimilasi yakni proses penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang ada. Dua akomodasi yaitu proses penyesuaian skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons. yang ketiga yaitu ekuilibrium adalah proses keseimbangan dengan apa yang digunakan dengan lingkungan yang direspons.(NURHADIAH, 2019)
Perilaku sosial. Perilaku sosial atau aktivitas sosial ialah perilaku, aksi atau perbuatan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dalam definisi lain perilaku sosial dimaknai sebagai keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri kepada orang lain atau kepada kelompok. Perilaku sosial ini merupakan tindakan timbal balik saling mempengaruhi atas Respons yang diterima oleh individu.
4. Aktivitas 4: The activities of Subject Matters
Mencari pola dan hubungan. Adalah bentuk dari relasi yang menghasilkan interaksi. Pola hubungan ini yang dimaksud ialah bentuk atau model yang bisa dipakai untuk membuat atau menghasilkan suatu atau bagian dari tertentu.
pemecahan masalah. Problem solving ialah salah satu dari proses berpikir yang berfungsi untuk melakukan pemecahan masalah. Problem solving merupakan salah satu bentuk dari kesadaran. Problem solving juga dipandang sebagai upaya untuk mencapai tujuan khusus tertentu yang mensyaratkan kinerja dan langkah-langkah mental tertentu. Problem solving ini melibatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para siswa untuk mencapai tujuan. Problem solving ini berupaya menciptakan dan menggunakan aturan yang lebih kompleks dan lebih tinggi tingkatannya untuk mencapai solusi masalah.(Toharudin & Kurniawan, 2017)
Investigasi atau penelitian. Atau penelitian dipandang sebagai sebuah proses investigasi yang dilakukan secara aktif, tekun dan sistematis. Proses investigasi ini bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta. Proses investigasi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu pengetahuan. Biasanya proses investigasi ini didasarkan untuk memecahkan suatu masalah dan mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang masalah yang sedang diteliti atau dihadapi.
Komunikasi. Adalah Proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang maupun simbol yang bermakna bagi kedua belah pihak. Dalam situasi tertentu komunikasi menggunakan media untuk merubah sikap atau tingkah laku seseorang atau beberapa orang agar sesuai dengan efek yang diharapkan.
5. Aktivitas 5: Moral of Subject Matter (Mata Pelajaran)
Baik versus buruk. Moral adalah perilaku individu atau kelompok didasarkan pada norma-norma yang berlaku dalam lingkungan baik norma sosial dan norma hukum maupun norma agama. Norma ini berupa hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Moral yang baik yaitu perilaku individu atau kelompok yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Nilai moral baik ini dikaitkan dengan kesesuaian antara harapan dan tujuan hidup manusia dalam menjalani kaidah sosial masyarakat. Dalam konteks pendidikan pembelajaran diarahkan untuk mengenalkan nilai baik dan buruk kepada para siswa. Materi yang disampaikan ialah norma-norma yang berlaku di masyarakat di mana para siswa itu tinggal. Sehingga para siswa dapat mampu membedakan baik dan buruk yang relevan dengan lingkungannya.
pragmatisme. Pragmatisme ialah aliran yang mengajarkan bahwa kebenaran ialah hal yang dapat membuktikan dirinya dengan perantara sebab-akibat yang memberikan manfaat secara praktis. Aliran ini berpendapat bahwa segala hal yang diterima ialah hal yang memberi efek akibat praktis. Pengalaman pribadi kebenaran mistis dapat menjadi sumber pengetahuan asal hal ini membawa akibat praktis yang bermanfaat. Sehingga dalam pendidikan materi yang diberikan kepada para siswa ialah hal-hal yang bersifat praktis pragmatis yaitu hal yang bersifat memberi kebermanfaatan secara praktis. Siswa diajarkan untuk berpikir secara praktis pragmatis yang sesuai dengan kebermanfaatan bagi diri siswa itu sendiri. (Nurdin, 2014)
hirarkis paternalistik. Paternalistik ialah gaya kepemimpinan yang bersifat kebapakan. Dalam konsep ini pemimpin memberi perlindungan kepada bawahan. Pemimpin memandang bawahannya sebagai orang yang belum dewasa. Keputusan ada ditangan pemimpin bukan karena bertindak otoriter Namun karena ingin memberikan kemudahan kepada bawahan. Dalam konteks pendidikan Hal ini dapat dimaknai bahwa guru menjadi pusat dari proses pendidikan. Guru menganggap dirinya sebagai orang yang paling tahu dari segala macam persoalan.
Humanity atau kemanusiaan. Dalam aktivitas pendidikan, kemanusiaan ini memiliki fungsi yang cukup penting yaitu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Setiap manusia memiliki jalan hidup untuk mewujudkan kemanusiaan. Kemanusiaan yang tinggi dapat dilihat dari kesucian hati dan rasa cinta kasih kepada sesama. Dalam konteks pembelajaran siswa diajarkan untuk saling menghargai antar sesama siswa yang lainnya. Setiap siswa memberikan cinta kasihnya baik kepada guru maupun kepada teman sebaya. Sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat menghargai setiap nilai kemanusiaan.
keadilan dan kebebasan. Keadilan yang dimaksud di sini ialah keadilan yang menekankan pada Harmoni atau keselarasan. Keadilan tidak dihubungkan secara langsung dengan hukum meskipun dengan adanya hukum keadilan dapat ditegakkan. Keadilan dapat dimaknai juga sebagai proporsi yang seimbang antar pihak. Dalam konteks pendidikan keadilan ini dapat dimaknai Bagaimana guru memberlakukan sama dan proporsional antar siswa.
6. Aktivitas 6: Value of Subject Matter (Mata Pelajaran)
intrinsik. nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Nilai intrinsik merupakan rasa puas yang dimiliki seseorang ketika selesai melaksanakan sebuah tugas. Nilai intrinsik berdasar pada tujuan itu sendiri dan tidak memiliki nilai instrumental. Selain itu juga tidak memiliki nilai relasional yang bermakna bahwa ini adalah Jika ia memiliki sifat-sifat yang merupakan karakteristik dari suatu objek dan tidak memiliki referensi pada objek lain.
ekstrinsik nilai intrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lain. Ekstrinsik dimaknai berasal dari luar bukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sesuatu tidak termasuk intinya. Nilai ekstrinsik dimaknai juga sebagai sifat kebaikan suatu benda yang memiliki fungsi tertentu.
Sistemik. Kata sistemik ini berasal dari kata sistem. Yang bermakna kesatuan dan. Hal ini berarti suatu kesatuan dan yang terdiri atas komponen atau elemen yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Dalam konteks pendidikan pembelajaran sistemik dimaknai sebuah pendekatan untuk menggunakan suatu susunan konsep-konsep melalui sistem Interaksi yang menguntungkan antara konsep-konsep agar lebih jelas. Pembelajaran sistemik ini bertujuan agar siswa dapat memahami hubungan antara konsep dan materi yang dibahas kemudian siswa dapat mengingat kembali materi yang ia dapatkan sebelumnya untuk meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah.(Fahmy & Lagowski, 1999)
7. Aktivitas 7: The Nature of Students
Tong Kosong. Dalam pembahasan ini tong kosong dimaknai bahwa siswa merupakan objek yang tidak memiliki kemampuan. Siswa adalah kertas putih di mana guru menulis di atasnya. Siswa adalah tong kosong di mana guru mengisikan pengetahuan kepadanya.
Pembentukan karakter. Karakter adalah sifat kejiwaan akhlak budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Karakter dimaknai sebagai nilai-nilai unik yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter ini berasal dari pola pikir olah rasa dan olah hati seseorang. Dalam konteks ini siswa dibangun karakternya. Pembelajaran diarahkan untuk membangun pola pikir sikap dan perilaku siswa agar menjadi pribadi yang positif dan berakhlakul karimah, berjiwa Luhur dan bertanggungjawab.
kreativitas. Kreativitas penting dikembangkan bagi anak. Dengan kreativitas seseorang dapat aktualisasikan dirinya. Wujud aktualisasi diri ini merupakan kebutuhan pokok tertinggi dalam hidup manusia. Kreativitas merupakan kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan pemecahan permasalahan. Kreativitas juga memungkinkan manusia untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk itu maka Dalam proses pembelajaran guru harus mendorong siswa untuk dapat meningkatkan kreativitas para siswa. Siswa diajak untuk berpikir terbuka out of the box agar kemampuan kreativitas siswa dapat rasa dengan baik.
8. Aktivitas 8: The Nature of Students’ Ability
Bakat yang diberikan. Dalam hal ini guru memandang Siswa memiliki bakat tertentu yang ada sejak lahir. Dalam pandangan ini meyakini bahwa dia manusia yang ada di muka bumi ini telah dianugerahi Tuhan sebuah kemampuan yang dapat dikembangkan. Ketika berbicara bakat akan ada istilah-istilah lain seperti aptitude, talent/talenta, intelligence/inteligensi/kecerdasan, gifted/giftedness, dan sebagainya. Apabila seseorang terlahir dengan 1 bakat tertentu maka jika ia dilatih dan dididik dengan optimal bakat itu dapat berkembang dan dimanfaatkan secara maksimal. Dalam konteks pembelajaran guru seharusnya memahami bakat bawaan yang dimiliki oleh setiap siswa dari Bakat bawaan inilah kemudian guru mengembangkan kemampuan siswa agar dapat memaksimalkan bakat yang dimiliki.
Usaha. Usaha adalah sebuah tindakan dilakukan seseorang untuk mendapatkan sesuatu. Usaha yang baik dipengaruhi oleh motivasi dan semangat kerja yang tinggi. Dalam konteks pendidikan hal ini guru menekankan kepada siswa agar terus berusaha dalam belajar. Guru menilai kemampuan dan ketahanan siswa dalam melakukan usaha-usaha memahami pelajaran yang diberikan.
kompetensi. Kompetensi dimaknai sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan keterampilan dan sikap kerja. Kompetensi ini adalah suatu hal yang dapat ter observasi mencakup pengetahuan keterampilan dan sikap kerja seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas dengan standar performa yang telah ditetapkan. Untuk itu maka dalam konteks pendidikan guru mengembangkan siswa agar memiliki kompetensi tertentu yang sudah ditetapkan. Dalam konteks pendidikan kompetensi guru misalnya mencangkup 4 hal yaitu kompetensi kepribadian, sosial, profesional dan pedagogi. Contoh kurikulum yang telah menggunakan potensi ini ialah kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Budaya. budaya berasal dari kata bahasa Sansekerta yang bermakna hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam konteks pendidikan budaya ini dapat dimaknai sebagai budaya belajar yang didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan melaksanakan tugas belajar yang dilakukan. Belajar ini menjadi kebiasaan yang dimiliki oleh siswa. Jika siswa tidak melaksanakan budaya belajar ini berarti ia melanggar nilai yang ada. Budaya belajar ini harus dijadikan kegemaran dan kesenangan siswa yang nanti akan menjadi motivasi belajar internal bagi siswa itu sendiri.
Kontekstual detik kontekstual dimaknai sebagai mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata yang dihadapi oleh para siswa. Diluar sekolah para siswa menghadapi lingkungan keluarga dan masyarakat dan alam sekitar yang menjadikan siswa dapat membangun hubungan pengetahuan yang ia miliki di sekolah dari materi yang diajarkan oleh guru terhadap penerapannya di lingkungannya. Dalam kehidupan sehari-hari para siswa dapat menggunakan pengetahuan sudah ia miliki untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Aktivitas 9: The Aim of Subject Matter
Back to basic. Dalam konteks ini yang dibahas ialah terkait gerakan back to basic dalam mata pelajaran matematika di mana pembelajaran matematika dikembalikan kepada keterampilan dasar khususnya dalam operasi hitung pada aritmetika. Orang yang mendukung gerakan ini memandang bahwa matematika modern terlalu berorientasi pada struktur, aksiomatik, abstrak analisis, keakuratan notasi, dan bahasa. Untuk itu maka gerakan ini mendukung pembelajaran matematika kembali kepada keterampilan dasarnya. Dalam konteks pendidikan mungkin hal ini sama dengan filsafat paternalistik di mana nilai-nilai pendidikan dikembalikan kepada nilai-nilai utama atau asal para leluhur. Pembelajaran seharusnya menjelaskan kepada pemahaman yang mendasar dan tidak tercerabut dari akar akarnya.
sertifikasi. Dalam konteks ini tujuan dari mata pelajaran ialah memberikan Sebuah Pengakuan kepada para siswa bahwa mereka mampu memiliki satu kompetensi pengetahuan tertentu. Mata pelajaran yang diberikan kepada siswa bertujuan agar para siswa dapat dilabeli telah menyelesaikan suatu jenis tingkatan pengetahuan tertentu.
transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan adalah sebuah konsep berbagi informasi Antara satu pihak kepada pihak lain di. Dalam level individu transfer pengetahuan dimana sebuah proses duplikasi pengetahuan dari sumber pengetahuan kepada penerima. Merujuk kepada penjelasan Nonaka bahwa proses transfer pengetahuan dimulai dari proses sosialisasi yaitu Proses mengubah pengetahuan menjadi berbagi pengalaman. Kemudian ada proses eksternalisasi. Yaitu proses konversi pengetahuan yang bersifat tacit menjadi eksplisit bagi penerima. Pengetahuan yang ada di batik dengan yang lain sehingga menjadi pengetahuan baru bagi penerima. Kemudian kombinasi. Ialah Proses mengubah pengetahuan eksplisit menjadi pengetahuan yang lebih komplet dan sistematis. Pengetahuan tacit yang sudah disampaikan oleh sumber didokumentasikan baik dalam bentuk tulisan tangan atau diketik dalam media untuk mengingat materi yang sudah disampaikan. Pengetahuan yang ada kemudian dikombinasi, diedit atau diproses menjadi pengetahuan baru. Kemudian adalah proses internalisasi dimana proses yang sudah eksplisit diaplikasikan ke dalam diri individu.
kreativitas. Dalam hal ini tujuan dari mata pelajaran ialah membangun kreativitas siswa. Meskipun nanti di dalam kreativitas akan membangun perbedaan pandangan para siswa karena para siswa memiliki pandangan yang unik masing-masing terhadap suatu hal.
To develop people comprehensively. Dalam pengertian ini pendidikan komprehensif di mana pembelajaran yang berkelanjutan dari tingkat terendah hingga tingkat tertinggi. Pembelajaran ini meliputi banyak hal yaitu ilmu pengetahuan, budi pekerti akhlak, karakter, kreativitas dan inovasi. Istilah komprehensif ini mencakup beberapa aspek pertama isi isinya harus komprehensif meliputi permasalahan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi sampai kepada pertanyaan etika umum. Kedua metodenya juga harus komprehensif yang meliputi pemberian teladan kepada siswa penanaman nilai-nilai dan lain sebagainya. Ketiga proses pendidikan dilakukan secara menyeluruh di dalam kelas dalam kegiatan ekstra kurikuler maupun dalam proses pembimbingan. Yang terakhir proses pendidikan terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat sehingga peran serta masyarakat atau lingkungan juga mempengaruhi karakteristik siswa.
10. Aktivitas 10: Nature of Learning
Diskusi diartikan sebagai kemampuan untuk menyampaikan bahan pelajaran yang melibatkan siswa aktif. Sistem pembelajaran ini membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan. Dalam proses diskusi Para siswa tidak boleh menyimpang dari pokok pembicaraan yang sedang diajarkan. Guru berperan sebagai pemimpin diskusi Meskipun demikian tugas ini juga dapat didelegasikan kepada salah satu siswa. Dengan metode ini maka siswa dapat berpartisipasi secara aktif sehingga siswa dapat aktif berpikir dan menyampaikan hasil pemikirannya melalui pendapatnya. Hal ini dapat menghidupkan kelas agar lebih ih aktif.
Pemahaman adalah kemampuan untuk menginterpretasikan atau mengurangi informasi dengan bahasa sendiri. Dalam pengertian lain pemahaman adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang sudah diingat kurang lebih sama dengan apa yang sudah diajarkan sebelumnya. Pemahaman mendorong siswa untuk dapat menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. guru seharusnya mendorong siswa untuk dapat membangun pemahaman atas materi yang diajarkan.
Kemampuan berpikir merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap siswa berpikir kritis ini terbukti mempersiapkan siswa dalam berpikir pada berbagai disiplin ilmu. Berpikir kritis adalah tindakan kognitif yang dilakukan siswa dengan membagi bagi cara berpikir dalam kegiatan nyata dan memfokuskan pada pembuat keputusan mengenai apa yang diyakini atau yang dilakukan.
Latihan adalah sebuah bentuk kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa setelah membaca uraian sebelumnya. Latihan ini berguna untuk memantapkan pengetahuan keterampilan dan nilai-nilai dari fakta atau konsep atau prinsip yang telah diajarkan oleh guru. Latihan ini bertujuan agar siswa dapat belajar secara aktif dan akhirnya menguasai konsep yang sedang dibahas dalam kegiatan belajar tersebut. Latihan dapat dilakukan di akhir materi yang disampaikan maupun di pertengahan ketika materi sedang disampaikan.
eksplorasi. Eksplorasi dimaknai sebagai tindakan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan menemukan berbagai informasi pemecahan masalah dan inovasi. Eksplorasi ini dimaknai sebuah tindakan penyelidikan ke lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak. Eksplorasi adalah langkah awal mendapatkan pengetahuan baru melalui peningkatan pemahaman atas fenomena tertentu. Dalam eksplorasi siswa dituntut lebih aktif untuk mengamati fenomena yang ada di sekitar. Pendidikan Tidak berpusat kepada apa yang disampaikan oleh guru namun mendorong siswa untuk lebih mengeksplorasi pengetahuan tersebut di praktiknya.
11. Aktivitas 11: Nature of Teaching
Motivasi eksternal. Motivasi eksternal mengacu pada perilaku yang didorong oleh penghargaan eksternal misalnya seperti pujian uang dan lain sebagainya motivasi eksternal muncul dari luar individu. Motivasi eksternal difokuskan murni pada penghargaan dari luar. Motivasi eksternal ini di dalamnya nanti akan ada penghargaan yang didapatkan penghargaan ini nanti akan mempengaruhi siswa secara psikologis
facilitating. Guru berperan sebagai fasilitator. Dalam hal ini guru memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran. siswa di tantang untuk lebih aktif belajar dari pengalaman dengan pemikiran kritis. Sebagai fasilitator guru mengizinkan siswa untuk menentukan kebutuhan dan tujuan pembelajaran mereka sendiri. Siswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada.
investigasi. Investigasi dimaknai sebagai tindakan pemecahan masalah. Namun investigasi lebih ditekankan di mana siswa diberi kegiatan menyebar untuk diberi kesempatan memikirkan, mengembangkan dan menyelidiki hal-hal yang menarik yang mengusik rasa keingintahuan mereka. Dalam investigasi ini mungkin terjadi di mana siswa ingin tertarik menyelidiki X sedangkan siswa B malah tertarik menyelidiki yang lain misalnya y. Mungkin saja Ia hanya tertarik untuk menyelidiki hal-hal yang ada di permukaan saja. Namun siswa B tertarik menyelidiki hal-hal yang lebih mendalam. Berdasar hal tersebut maka penyelidikan disebut juga suatu kegiatan terbuka dan tidak terbatas.
transfer of knowledge. Transfer of knowledge ini sebagai pengaruh hasil belajar yang telah diperoleh pada waktu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan kemudian. Hasil belajar di masa lalu mungkin akan mempengaruhi hasil belajar proses yang sedang dialami sekarang. Secara umum transfer belajar ini merupakan pemindahan pengaruh atau pengaruh kemampuan atau keterampilan melakukan sesuatu yang dikuasai terhadap kemampuan keterampilan melakukan suatu yang lain yang akan dikuasai.
Discussion. Diartikan sebagai strategi menyampaikan bahan pelajaran dengan mendorong siswa secara aktif membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan. Meskipun demikian guru harus masih memperhatikan pelaksanaan diskusi yang dipimpin oleh siswa. Dengan metode diskusi siswa aktif berpikir dalam menyampaikan buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru ataupun temannya di kelas dengan proses dialektika tersebut kelas akan lebih hidup dan siswa dapat berlatih mengemukakan pendapat dengan lisan maupun secara tertulis.
Internal motivasi. Internal motivasi ini merupakan suatu penggerak yang berasal dari dalam diri siswa yang membuat mereka melakukan kegiatan belajar menjamin kelangsungan kegiatan belajar memberi arah dalam kegiatan belajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Motivasi internal dalam belajar siswa ini merupakan salah satu faktor kunci tercapainya tujuan pembelajaran. Mengetahui motivasi internal para siswa ini merupakan hal yang penting dilakukan oleh guru karena dari beberapa indikator yang muncul apabila terdapat ada yang kurang sesuai dan itu berpengaruh terhadap hasil atau pencapaian belajar siswa maka itu harus diperhatikan dengan seksama oleh guru. Untuk itu guru perlu meninjau kembali indikator yang dinilai kurang tersebut untuk segera diperbaiki.
Ekspositori. Model pembelajaran ekspositori Ini adalah sebuah model pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan keterangan terlebih dahulu berupa definisi prinsip maupun konsep dari materi pembelajaran. Model ini adalah model pembelajaran konvensional yang digabungkan dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas. Istilah ekspositori ini memiliki definisi memberi penjelasan. Untuk menyatakan dan menjelaskan data dan fakta maupun gagasan-gagasan penting kepada para siswa.
pengembangan. Pengembangan ini dimaknai sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis teoritis, konseptual dan moral sesuai dengan kebutuhan melalui pendidikan dan latihan. Dalam proses pengembangan guru mendesain pembelajaran yang mendorong untuk munculnya potensi dan kompetensi siswa.
Konstruksi. Konstruksi dalam konteks ini merupakan proses berpikir dan menafsirkan tentang suatu peristiwa yang dialami. Setiap individu memiliki pengalaman yang unik. Untuk itu maka Pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing individu ini merupakan pengetahuan yang bersifat unik pula. Proses belajar dalam diri individu dapat dikatakan terjadi apabila Pengetahuan yang dimiliki oleh siswa sebelumnya dapat digunakan untuk menafsirkan pengalaman baru secara utuh lengkap dan lebih baik.
12. Aktivitas 12: Theory of Teaching Subject Matter
menghafal. Menghafal adalah sebuah kemampuan mengingat data yang tersimpan dalam memori. Kegiatan menghafal ialah kegiatan usaha meresap ke dalam pikiran untuk mengingat apa yang sudah dipelajari sebelumnya. Proses mengingat sejauh mana tergantung tingkat hafalan kemampuan seorang siswa untuk mempertahankan ingatannya.
Metode praktik. Metode ini adalah sebuah cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu dengan praktikan apa yang dipelajari. Metode praktik adalah suatu metode dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda (diperagakan) dengan harapan agar siswa menjadi jelas dan lebih mudah sekaligus mempraktikkan materi yang dimaksud. Metode ini memberikan alur kepada siswa untuk menerapkan, menguji dan menyesuaikan teori dengan kondisi sesungguhnya melalui praktik atau kerja.
Diskusi. Diskusi diartikan sebagai kemampuan untuk menyampaikan bahan pelajaran yang melibatkan siswa aktif. Sistem pembelajaran ini membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan. Dalam proses diskusi Para siswa tidak boleh menyimpang dari pokok pembicaraan yang sedang diajarkan. Guru berperan sebagai pemimpin diskusi Meskipun demikian tugas ini juga dapat didelegasikan kepada salah satu siswa. Dengan metode ini maka siswa dapat berpartisipasi secara aktif sehingga siswa dapat aktif berpikir dan menyampaikan hasil pemikirannya melalui pendapatnya. Hal ini dapat menghidupkan kelas agar lebih ih aktif.
Latihan adalah sebuah bentuk kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa setelah membaca uraian sebelumnya. Latihan ini berguna untuk memantapkan pengetahuan keterampilan dan nilai-nilai dari fakta atau konsep atau prinsip yang telah diajarkan oleh guru. Latihan ini bertujuan agar siswa dapat belajar secara aktif dan akhirnya menguasai konsep yang sedang dibahas dalam kegiatan belajar tersebut. Latihan dapat dilakukan di akhir materi yang disampaikan maupun di pertengahan ketika materi sedang disampaikan.
pemecahan masalah. Problem solving ialah salah satu dari proses berpikir yang berfungsi untuk melakukan pemecahan masalah. Problem solving merupakan salah satu bentuk dari kesadaran. Problem solving juga dipandang sebagai upaya untuk mencapai tujuan khusus tertentu yang mensyaratkan kinerja dan langkah-langkah mental tertentu. Problem solving ini melibatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh para siswa untuk mencapai tujuan. Problem solving ini berupaya menciptakan dan menggunakan aturan yang lebih kompleks dan lebih tinggi tingkatannya untuk mencapai solusi masalah.
pengembangan. Pengembangan ini dimaknai sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis teoritis, konseptual dan moral sesuai dengan kebutuhan melalui pendidikan dan latihan. Dalam proses pengembangan guru mendesain pembelajaran yang mendorong untuk munculnya potensi dan kompetensi siswa.
facilitating. Guru berperan sebagai fasilitator. Dalam hal ini guru memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran. siswa di tantang untuk lebih aktif belajar dari pengalaman dengan pemikiran kritis. Sebagai fasilitator guru mengizinkan siswa untuk menentukan kebutuhan dan tujuan pembelajaran mereka sendiri. Siswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada.
Ekspositori. Model pembelajaran ekspositori Ini adalah sebuah model pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan keterangan terlebih dahulu berupa definisi prinsip maupun konsep dari materi pembelajaran. Model ini adalah model pembelajaran konvensional yang digabungkan dengan metode demonstrasi dan pemberian tugas. Istilah ekspositori ini memiliki definisi memberi penjelasan. Untuk menyatakan dan menjelaskan data dan fakta maupun gagasan-gagasan penting kepada para siswa.
13. Aktivitas 13: The Nature of Teaching Learning Resources
White Board, Chalk, and Calculator. Sumber belajar yang digunakan ialah papan tulis atau kalkulator dalam pelajaran matematika. Hal ini dapat dimaknai bahwa sumber belajar ialah apa yang ada di depan para siswa. Sumber belajar disediakan oleh guru. Dalam hal ini siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru Didik guru yang menjadi pusat dan yang menentukan sumber belajar apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Alat peraga. Alat peraga ialah segala sesuatu yang digunakan oleh guru untuk membantu mengajarkan pelajaran agar Siswa lebih tertarik contoh alat peraga yang sering digunakan ialah gambar, video, bagan, kartu Flash maupun objek seperti model tiga dimensi atau mainan. Alat peraga ini merupakan alat bantu atau suplemen Dalam pengajaran yang melibatkan ceramah. Dengan alat peraga siswa terlibat aktif dalam topik yang diajarkan. Meskipun alat peraga ini cenderung lebih digunakan dalam Sekolah Dasar, namun alat peraga ini juga dapat digunakan di berbagai tingkat pendidikan dan untuk setiap mata pelajaran.
Alat bantu pengajaran visual. Dengan alat bantu visual siswa dapat meningkat minat belajarnya. Selain itu dengan alat bantu visual juga mempermudah guru dalam Menjelaskan konsep. Dengan alat bantu visual mendorong Gerakan tubuh dan dapat memperkuat kontrol. Seperti sebuah pepatah yang terkenal gambar dapat memberikan makna lebih dari 1000 kata. Hal ini bahwa tampilan visual akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para siswa.
Various Resource/Environment. Sumber belajar lainnya juga misalnya ialah sumber belajar online atau yang sering disebut dengan elektronik resources. Sumber belajar ini membantu para siswa untuk dapat mendapat informasi yang ada di dunia maya. Informasi ini dapat tersimpan dengan aman dan dengan waktu yang cukup lama. Selain itu dengan disimpannya sumber belajar di dunia maya akan membantu memudahkan guru dalam melakukan pembelajaran kepada siswa.
social environment lingkungan sosial juga merupakan salah satu sumber belajar yang harus dimanfaatkan oleh para siswa. Lingkungan sosial merupakan salah satu pusat informasi yang dapat digunakan oleh siswa untuk mendapatkan informasi maupun pengetahuan baru. Dengan siswa aktif terjun ke sosial lingkungannya maka siswa akan memiliki pengetahuan lebih banyak terkait informasi-informasi yang belum didapatkan nya.
14. Aktivitas 14: The Nature of Assessment
External test. Eksternalitas merupakan sebuah metode penilaian terhadap siswa di mana guru memberikan soal-soal terkait mata pelajaran yang sudah diberikan kepada siswa. Dalam hal ini siswa diharuskan untuk menjawab beberapa soal dengan materi yang sudah diajarkan oleh guru. Bentuk dari external tes ini bisa bermacam-macam baik berupa pilihan ganda mencocokkan maupun benar salah.
portofolio. Portofolio adalah Kumpulan hasil kerja siswa berupa kumpulan dokumen secara lepas gede dengan melihat kumpulan tersebut baru dapat menelusuri riwayat perkembangan prestasi atau hal apa yang telah dicapai oleh siswa. Dengan portofolio guru dapat mengamati perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu.
penilaian sosial. Penilaian sosial ialah proses penjelasan sosial seseorang untuk mengevaluasi sesuatu yang dianggap pantas atau salah bagi aktivitas tertentu. Penilaian sosial didasarkan pada penjelasan sosial, pembelajaran sosial dan pragmatisme bahasa dan perhitungan emosi. Penilaian sosial ini tidak hanya melibatkan evaluasi pada level sebab-akibat namun juga pada tanggung jawab individu dan primer dari masing-masing siswa. Dengan penilaian sosial ini guru dapat memperhatikan bagaimana siswa berperilaku dan berpendapat tentang dunia sosial .
kontekstual. Penilaian kontekstual merupakan salah satu jenis penilaian non tes dalam penilaian kontekstual ini. guru harus mampu melihat konteks yang melingkupi dari siswa itu sendiri.
15. Aktivitas 15: The Nature of Society
keberagaman. Keberagaman awalnya digunakan untuk pernyataan bervariasi. Dalam konteks ini keberagaman di mananya sebagai identitas sosial kelompok yang meliputi suatu organisasi. Keberagaman merupakan bauran dari perbedaan, kesamaan dan tegangan yang dapat terjadi di antara elemen-elemen yang bersifat pluralistik. Keberagaman ini dapat dilihat baik dari aspek tingkatannya maupun dari faktor yang mempengaruhinya. Keberagaman dapat terjadi pada tingkat individu kelompok organisasi komunitas maupun masyarakat.
monokultur adalah sebuah kondisi masyarakat dimana masyarakat hanya memiliki satu kultur yang sama. Dalam definisi ini di dalam masyarakat tidak ada perbedaan-perbedaan yang mencolok antara satu individu dengan individu yang lainnya. Dalam masyarakat monokultur identitas yang berlaku merupakan pengejawantahan kondisi masyarakat yang kurang begitu dinamis.
Desentralisasi. Adalah proses pendistribusian atau pendelegasian dari pusat ke pihak-pihak yang lebih spesifik atau berwenang. Desentralisasi merupakan respon atas sistem terpusat di mana kendali atas masyarakat ada di satu titik tertentu. Desentralisasi merupakan salah satu solusi atas tumpang tindihnya wewenang dalam suatu pemerintahan.
kompetensi. Dalam hal ini kompetensi yang dimaksud ialah dalam sebuah masyarakat di mana pembagian tugas yang dilakukan berbasis pada kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kompetensi yang dimiliki ini nantinya akan saling melengkapi antara satu individu dengan individu yang lainnya.
multiple Solution. Masyarakat dalam konteks ini ialah yang memiliki perilaku dengan memiliki beberapa lintasan solusi yang dimulai dari kondisi awal yang sama kemudian menyatu ke kondisi yang unik atau melalui jalur pertumbuhan yang seimbang. Dalam struktur masyarakat ini akan terbentuk beberapa solusi dari masalah yang dihadapi. Beberapa solusi yang terbentuk ini ada beberapa solusi yang paling relevan ada juga yang tidak relevan. Untuk itu maka kemudian akan dipilih solusi yang paling relevan.
Heterogeneous. Dalam struktur masyarakat ini ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan lebih, ada beberapa siswa juga yang memiliki kemampuan sedang ada juga yang memiliki kemampuan rendah. Mereka terkumpul ke dalam satu kelas yang sama. Sehingga kelas tersebut memiliki sifat heterogen. Dengan adanya struktur masyarakat pendidikan yang heterogen akan mendorong terjadinya komunikasi antara pihak satu dengan pihak yang lainnya sehingga proses pembelajaran dapat lebih maksimal. Murid yang kurang akan terpacu untuk belajar lebih giat melihat temannya yang lebih pandai. Dan murid yang lebih cerdas akan membantu guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar.
Social capital. Social Capital ialah shared value dan rules bagi perilaku sosial yang terekspresikan dalam hubungan-hubungan antar personal. Dalam sosial kapital kerja sama merupakan kata kunci utama. Dengan kerja sama mampu mengakomodasi kepentingan individu yang dilakukan secara kolektif. Dalam social Capital ada aspek kepercayaan yang dapat menjadikan kemungkinan transaksi-transaksi sosial dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif.
Local culture. Budaya lokal adalah segala sesuatu yang kita ciptakan dan kita bagikan sebagai bagian dari kehidupan kita di tempat kita tinggal dalam budaya lokal mengakui keahlian yang dimiliki masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Orang-orang membawa banyak pengetahuan dalam aktivitas kesehariannya. Dalam budaya lokal ini perlu disadari bahwa pengetahuan sehari-hari setiap individu berasal dari pengalaman hidup bersama dan informasi-informasi yang dimiliki dikirimkan melalui keluarga teman tetangga dan rekan kerja.
16. Aktivitas 16: The Nature Curriculum
Instrumen kurikulum. Dalam struktur kurikulum ini kurikulum di mana ini sebagai instrumen atau alat bagi guru untuk menyampaikan materi yang akan diberikan oleh guru kepada siswa dalam instrumen kurikulum ini didasarkan pada analisis sistematis dan pengembangan program. Dalam kurikulum instrumen ini guru merencanakan kegiatan menyusun pembelajaran untuk merangsang belajar siswa.
subject based. curriculum. Desain kurikulum terpusat pada mata pelajaran yang berpusat pada materi pelajaran atau disiplin ilmu tertentu. Misalnya kurikulum berpusat pada mata pelajaran yang fokus seperti matematika atau biologi. Dalam jenis kurikulum ini desain yang dikembangkan cenderung fokus pada subjek pembelajaran dibanding pada individu. Jenis kurikulum ini paling sering digunakan di sekolah negeri di bagian dan distrik lokal di Amerika Serikat. Dalam desain kurikulum ini kurikulum menggambarkan apa yang perlu dipelajari dan bagaimana itu untuk dipelajari.
Kurikulum terintegrasi. Dalam kurikulum ini pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu yang mencakup materi dan berbagai pelajaran disiplin ilmu tertentu. Dalam kurikulum ini materi tidak tampak lagi disiplin ilmunya. Namun bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Kurikulum ini bertujuan untuk membangun penyatuan dari berbagai aspek yang ada. Pembelajaran dipusatkan pada suatu permasalahan atau topik tertentu.
knowledge based curriculum. Kurikulum berfokus pada konten yang harus dibahas atau dipelajari. Dalam kurikulum ini ditekankan pada prestasi akademik yang tinggi misalnya dalam ujian nasional. Guru menjadi satu-satunya sumber keahlian yang valid. Proses pembelajaran dilakukan secara tradisional. Fokus dari kurikulum ini ialah siswa mampu mengingat dan menjelaskan informasi yang telah disampaikan oleh guru.
Kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individu maupun klasikal. Selain itu kurikulum berbasis kompetensi ada berorientasi pada hasil belajar. Dalam kurikulum berbasis kompetensi ini penyampaian materi menggunakan metode dan pendekatan yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lain yang memiliki aspek edukatif. Di aspek penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar untuk menguasai atau mencapai suatu kompetensi tertentu
individual kurikulum. Dalam kurikulum ini dikembangkan sebuah kurikulum yang mengacu pada Kebutuhan masing-masing individu. Artinya kurikulum yang dibentuk akan sangat unik pada setiap individu masing-masing. Dengan individual kurikulum guru dapat membangun sistem pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dari masing-masing siswa sehingga potensi maksimal masing-masing siswa akan dapat dicapai.
interaktif kurikulum dalam kurikulum ini guru membangun kurikulum yang Interactive. Artinya guru dalam kurikulum melibatkan berbagai stakeholder yang tidak hanya ada di sekolah. Integrated kurikulum memungkinkan guru untuk membangun 1 ekosistem yang terintegrasi antara sekolah keluarga masyarakat hingga industri di mana Nanti siswa akan bekerja.
Kurikulum berbasis teknologi informasi dalam kurikulum ini tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Di dalamnya ada tujuan-tujuan umum yaitu kompetensi yang kemudian dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Dalam kurikulum ini metode yang digunakan bersifat individu Meskipun demikian pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok.
17. Aktivitas 17: The Nature Students’ Learn Subject Matter
Scaffolding. Metode ini didasarkan pada teori vygotsky. Dalam metode ini disebutkan bahwa pembelajaran akan terjadi apabila anak belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya. Atau dalam istilah lain tugas itu masih berada dalam zone of proximal development (ZPD). Dalam metode ini diyakini bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan atau kerja sama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap ke dalam masing-masing individu.
kolaboratif. Dalam pembelajaran ini menempatkan siswa dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam bekerja sama dalam suatu kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran ini terdapat beberapa karakteristik pembelajaran yaitu ketergantungan positif adanya interaksi tatap muka pertanggungjawaban individu maupun kelompok dan pengembangan kemampuan interpersonal.
constructing. Dalam metode ini siswa diarahkan untuk mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka dari pengalaman yang mereka alami. Konstruksi ini didasarkan pada pengetahuan awal siswa melalui interaksi sosial dan asimilasi akomodasi. Implikasinya pembelajaran harus dikemas dengan proses konstruksi bukan menerima pengetahuan.
kontekstual. Dalam pembelajaran ini guru mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata yang dihadapi oleh siswa sehari-hari. Dengan menghubungkan dua hal tersebut siswa dapat membangun hubungan antara pengetahuan yang ia dapatkan di sekolah dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Enkulturasi. Adalah sebuah proses dimana orang siswa mempelajari dinamika budaya yang terjadi disekitarnya. Hasil pengamatan ini ia akan memperoleh nilai dan norma yang sesuai atau perlu untuk budaya dan pandangan dunianya. Jika proses ini berhasil maka akan membentuk kompetensi dalam bahasa, nilai dan ritual budaya.
18. Aktivitas 18: The Nature on how to develop Subject Matter
Subyective. dalam langkah ini pengembangan mata pelajaran didasarkan pada subjektivitas yang dimiliki oleh guru. Artinya pengembangan materi yang dilakukan didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki oleh guru tersebut sehingga pembelajaran akan di dibatasi oleh kemampuan dari guru itu sendiri.
Obyective. dalam langkah ini pengembangan mata pelajaran didasarkan pada penilaian yang objektif artinya pengembangan mata pelajaran berdasarkan pada referensi-referensi yang dikumpulkan oleh para guru.
Producing. dalam hal ini proses pengembangan mata pelajaran dengan menciptakan materi-materi baru yang belum pernah disampaikan sebelumnya kepada para siswa.
Reflecting. pengembangan mata pelajaran yang dilakukan dengan merefleksikan apa yang sudah diajarkan dan apa-apa yang terjadi di sekitar. Dengan ini maka mata pelajaran akan berkembang sesuai dengan kondisi nyata yang sedang terjadi.
Critizising. mengkritisi dalam langkah ini cara mengembangkan pengetahuan ialah dengan mengkritik si mata pelajaran yang sudah baku. Artinya dimungkinkan pengembangan mata pelajaran atau materi baru yang merupakan hasil kritisisasi atas materi sebelumnya.
Constructing. Mengembangkan materi dengan mengkonstruksi pemahaman-pemahaman sebelumnya terkait materi yang akan diajarkan.
Social Activity. pengembangan materi pembelajaran dengan berbasis pada aktivitas sosial yang dilakukan oleh guru dan siswa. Pengembangan materi ini dengan cara guru melihat perkembangan sosial aktivitas yang ada di masyarakat.
Atittude. pengembangan materi ini dengan berbasis pada nilai-nilai sikap dari para siswa.
Content. dalam pengembangan ini difokuskan pada konten-konten materi yang akan diajarkan guru kepada siswa.
Method. dalam pengembangan ini guru berfokus pada Bagaimana mendapatkan metode yang lebih baik dalam menyampaikan materi.
Conjecture. dalam pengembangan ini dengan cara menduga Apa yang akan terjadi di masa depan.
Embodiment. dalam pengembangan ini guru mewujudkan materi-materi yang ada dengan wujud yang jelas.
REFERENSI
Admin. (t.t.). DEMOKRASI PENDIDIKAN. Diambil 30 Oktober 2020, dari http://kecoaxus.tripod.com/pendidikan/pen1.html
Admin. (2012, Maret 10). Pendidikan Sebagai Kebutuhan Dasar. Dewasastra. https://dewasastra.wordpress.com/2012/03/10/pendidikan-sebagai-kebutuhan-dasar/
Admin. (2019). Istilah Radikal Harus Diganti? https://indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/istilah-radikal-harus-diganti
Azizah, D. N. (2017). Memahami Ideologi Pendidikan Dalam Perspektif Al – Qur’an. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 22(1), 61–73. https://doi.org/10.24090/insania.v22i1.1174
Azzet, A. M. (2015). Pendidikan yang Membebaskan Menurut Freire—Kompasiana.com. https://www.kompasiana.com/akhmad_muhaimin_azzet/55009c3da333119a7251158f/pendidikan-yang-membebaskan-menurut-freire
Bastian, I., & Idrus, O. (2014). Akuntansi Pendidikan. Dalam Paradigma Baru Manajemen Pendidikan (371.20; Vol. 1, Nomor 371.20, hlm. 1–49). Universitas Terbuka. http://repository.ut.ac.id/3891/
Burhanuddin, A. (2013). Dasar-dasar Ilmu. https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/09/23/dasar-dasar-ilmu-11/
Fachruddin, F. (2018, Juli 9). Demokrasi Pendidikan dan Pendidikan Demokrasi. https://mediaindonesia.com/read/detail/170950-demokrasi-pendidikan-dan-pendidikan-demokrasi
Fadlillah, M. (2017). ALIRAN PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 17–24. https://doi.org/10.24269/dpp.v5i1.322
Fahmy, A. F. M., & Lagowski, J. J. (1999). The use of systemic approach in teaching and learning chemistry for the 21st century. Pure and Applied Chemistry, 71(5), 859–863. https://doi.org/10.1351/pac199971050859
Martiana, A. (2015). PENDIDIKAN SEBAGAI ALAT PERUBAHAN. PKK Desa Kejawar Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
Nurdin, F. (2014). KEBENARAN MENURUT PRAGMATISME DAN TANGGAPANNYA TERHADAP ISLAM. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 13(2), 184–200. https://doi.org/10.22373/jiif.v13i2.70
NURHADIAH. (2019). PROSES BERPIKIR SISWA DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS LOGIS DAN KECERDASAN LINGUISTIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI SPLDV KELAS VIII D DI SMPN 1 KAUMAN TULUNGAGUNG [Skripsi, IAIN Tulungagung]. https://doi.org/10/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
Nursikin, M. (2016). ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM. ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education, 1(2), 303–334. https://doi.org/10.18326/attarbiyah.v1i2.303-334
RAHMAT DAHRI, N. 11411028. (2015). STUDI PERBANDINGAN PENDIDIKAN ANTARA PENDIDIKAN SOSIALISME MARXISME DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM [Skripsi, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA]. http://digilib.uin-suka.ac.id/16354/
Syamsidar, S. (2015). DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP PENDIDIKAN. Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam, 2(1), Article 1. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Al-Irsyad_Al-Nafs/article/view/2566
Toharudin, U., & Kurniawan, I. S. (2017). A case study in psychology education: How student have a problem solving skills? JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 3(1), 36–44. https://doi.org/10.22219/jpbi.v3i1.3906
keren
BalasHapussiap
BalasHapusgood
BalasHapus