Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Fisafat, Ideologi dan Teori-Teori Dasar dalam Pendidikan

1. Aktivitas 1: Ideology of Education Ideologi pendidikan dapat dimaknai sebagai seperangkat aturan yang diyakini dan menjadi landasan bagi pendidikan untuk mencapai tujuannya. Dalam hal ini ada beberapa ideologi pendidikan yaitu radikal, konservatif, liberal Humanis progresif sosialis dan demokrasi. Ideologi radikal berasal dari kata radix yang artinya. akar sumber atau asal muasal. Dalam ideologi radikal ini memiliki tujuan untuk melakukan perubahan struktur secara fundamental yang ada di bidang politik ekonomi. Pendidikan berdiri diatas basis struktur politik ekonomi tersebut ideologi ini bersifat kritis terhadap segala hal. Ideologi ini bercita-cita ingin membawa pada transformasi sosial. Dalam pandangan ideologi ini proses pembelajaran harus membebaskan para siswa. Bahkan peran guru jika dimungkinkan dapat ditiadakan. Sistem sekolah juga dapat ditiadakan apabila itu membelenggu para siswa.(Admin, 2019) Ideologi yang kedua yaitu konservatif. Ideologi ini mempercayai bahwa kondisi i...

Pendidikan Agama Islam dalam Kacamata Teori Kognitif Piaget

Pendahuluan Riset neurosains terbaru menyatakan bahwa ketika anak dilahirkan, sel-sel otak bayi berjumlah sekitar 100 miliar. Namun hanya sedikit yang saling terkoneksi. Koneksi ini hanya terbatas pada sel-sel otak yang mengendalikan kerja organ-organ vital manusia. Saat seseorang anak memasuki usia 3 tahun, sel-sel otaknya telah membentuk sekitar 1000 Triliun jaringan koneksi atau sinapsis. Jumlah ini dua kali lebih besar dari yang dimiliki otak orang dewasa. sinapsis yang jarang digunakan akan mati dan yang sering dipakai akan semakin kuat dan permanen(Suyadi, 2013). Berdasar pada acuan tersebut maka menarik untuk dibahas terkait pembelajaran khususnya dalam pendidikan agama Islam mengacu pada teori kognitif. Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang bermakna pengenalan, kesadaran, pengertian dan merupakan konsep umum yang membahas aktivitas-aktivitas seperti berpikir, memahami dan meneladani.(Reber & Reber, 2010). hal itu dapat dimaknai sebagai proses psikologis yang me...

Penerapan dan Refleksi Filsafat pada Bidang Studi/Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Sudah diketahui bersama bahwa agama memiliki peran penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi panduan manusia mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna dan bermartabat. Internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi manusia menjadi sebuah keniscayaan. Melalui pendidikan agama inilah potensi spiritualitas yang dimiliki oleh setiap individu dapat terwujud kan. Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritualitas dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu, Pendidikan Agama Islam juga mengarahkan kepada para siswa untuk dapat berakhlak mulia. Yang dimaksud dengan akhlak mulia ialah mencakup etika budi pekerti dan moral. Pendidikan agama Islam dimaknai sebagai sebuah usaha untuk Membina dan mengasuh peserta didik agar dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan dan pada akhirnya mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam ...

Kritisisme Immanuel Kant: Membangun Meta Teori Ilmu Pengetahuan

Secara lebih luas karya Immanuel kant didasarkan pada tiga pertanyaan besar: apa yang bisa saya ketahui? Apa yang harus saya lakukan ?, dan Apa yang bisa saya harapkan?. Immanuel kant mencoba menjawab pertanyaan pertama dengan menulis buku critique of pure reason. Untuk pertanyaan kedua menulis buku critique of practical reason. Untuk pertanyaan ketiga ia menulis buku Critique of Judgment. Immanuel kant mencoba untuk membangun sintesis pengetahuan baru yang berbeda dari pemikir-pemikir sebelumnya. Tidak seperti di era abad pertengahan di mana basis epistemologis pengetahuan ialah metafisik. Immanuel kant memiliki keinginan untuk membalik kecenderungan filsafat modern. Selain itu Immanuel kant mencoba mempertanyakan validitas Pengetahuan yang dimiliki oleh para filosof sebelumnya baik kalangan rasionalisme maupun empirisme. Disitulah Immanuel kant ingin mencoba memeriksa operasi dari proses berpengetahuan filosof sebelumnya dan menentukan batas-batas akal. Para pemikir sebelum ...

ARKEOLOGI PENGETAHUAN FILSAFAT

Berpikir filosofis merupakan tindakan yang dilakukan oleh manusia yang tidak dapat dilakukan oleh binatang. Berpikir filosofis bermakna kemampuan manusia untuk dapat menangkap pancaran-pancaran pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan baik dalam bentuk ayat-ayat yang bersifat naqli seperti firman Tuhan yang disampaikan kepada para Rasul yang menjadi kitab suci maupun ayat-ayat yang bersifat aqli yang berupa hukum-hukum alam yang terjadi di sekitar manusia. perkembangan kemampuan manusia untuk berpikir filosofis ini membentuk manusia menjadi beragam kebudayaan yang luhur dan tinggi. Setidaknya ada 6 kebudayaan besar yang terbentuk dalam sejarah kehidupan manusia. Pertama ialah kebudayaan Yunani, kebudayaan Cina, kebudayaan India, kebudayaan Mesir, kebudayaan Babilonia dan kebudayaan semitik. Kebudayaan-kebudayaan ini saling berhubungan dan berkomunikasi sehingga membentuk peradaban manusia sehingga sekarang. salah satu kebudayaan besar dunia yai...